Monday, April 6, 2020

SINEMATROGRAFI

"Cara Kreatif Belajar Sinematografi Dari Rumah di Tengah Pandemi Covid-19"


Mungkin yang kita bisa pelajari Sinematografi dari rumah ialah belajar tentang basic dari Sinematrografi itu tersebut. Berikut saya memiliki beberapa basic yang akan di jelaskan, stay read.

A. PENGERTIAN

        
Sinematografi (dari bahasa Yunanikinema - κίνημα "gerakan" dan graphein - γράφειν "perekam") adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang memililki kemampuan menyampaikan ide dan cerita.

B. LATAR BELAKANG


Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa Inggris Cinematography yang berasal dari bahasa Latin kinema 'gambar'. Sinematografi sebagai ilmu terapan merupakan bidang ilmu yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide (dapat mengemban cerita).

Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannyapun mirip. Perbedaannya, peralatan fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar. Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik perangkaian gambar atau dalam sinematografi disebut montase (montage).Sinematografi sangat dekat dengan film dalam pengertian sebagai media penyimpan maupun sebagai genre seni. Film sebagai media penyimpan adalah pias (lembaran kecil) selluloid yakni sejenis bahan plastik tipis yang dilapisi zat peka cahaya. Benda inilah yang selalu digunakan sebagai media penyimpan di awal pertumbuhan sinematografi. Film sebagai genre seni adalah produk sinematografi.

Pada industri perfilman, seorang Sinematografer atau DoP akan di Bantu oleh sebuah tim yang dibentuknya mulai dari
· 1st Camera Assistant yang bertugas mendampingi dan membantu semua kebutuhan shooting mulai dari pengecekan alat-alat hingga mempersiapkan sebuah shot.
· Focus Puller yang bertugas membantu sinematografer dalam memutar focus ring pada lensa sehingga subjek yang diikuti kamera bisa terus dalam area fokus.
· Camera boy istilah ini sering digunakan pada industri film di Hollywood, adalah seorang asisten kamera yang bertugas membawa kamera atau mempersiapkan kamera mulai dari tripods hingga memasang kamera pada tripods tersebut.
· Grip adalah bertugas untuk memastikan letak kamera seperti yang diinginkan DoP baik secara level atau tinggi rendahnya. Grip juga bertanggung jawab dalam perpindahan kamera artinya Grip departemen yang memasang dolly track dsb.
· Gaffer adalah istilah untuk seorang yang bertanggung jawab atau kepala departemen pencahayaan. Bersama DoP , Gaffer akan berdiskusi tentang warna, jenis cahaya dan gaya tata cahaya DoP tersebut.
· Lightingman adalah orang-orang dalam departemen pencahayaan yang bekerja menata lampu sesuai dengan perintah Gaffer dan kemauan DoP.

Karena film adalah sebuah kerja tim (Team Work) maka sangatlah penting untuk seorang
sinematografer atau DoP untuk mempunyai tim yang bisa bekerja sama secara tim dengannya.
Artinya tidak bekerja secara individu.

Seorang sinematografer yang baik harus juga mengenal dengan baik atau memahami alat yang akan
dipakai dalam pembuatan sebuah film. Karena Kamera hanyalah “alat Bantu” atau Tools saja maka
seperti alat Bantu yang lainnya juga kita sebagai Sinematografer yang memindahkan semua ilmu dan
pengetahuan kita lewat kamera tersebut. Artinya kamera harus menuruti kemauan kita yang sudah
menjadi visi sutradara dan visi cerita atau scenario.

Untuk memahami kamera kita harus membaca buku prtunjuk dari setiap kamera yang akan kita gunakan karena setiap industri kamera mempunyai tekhnologinya sendiri-sendiri. Pada prinsipnya semua kamera sama dan hanyalah alat Bantu kita mewujudkan gambar yang sesuai dengan yang di inginkan akan tetapi alangkah baiknya jika pengguna sudah memahami kamera tersebut secara teknis dalam petunjuk di bukunya (manual book). Pada masa sekarang kamera secara garis besar terbagi dalam 3 jenis dilihat dari penggunaan bahan baku. Yaitu :

00001. Motion Picture Camera atau kamera dengan bahan baku seluloid baik 35 mm /16mm.
Contoh kamera: Arriflex 435 Xtreme – 35 mm camera
00002. Video Camera atau kamera dengan bahan baku video tape. Contoh kamera: Sony HDV
Video Camcorder
00003. Digital camera atau kamera dengan bahan baku digital / tapeless. Biasanya menggunakan CF
card atau SD card bisa juga dengan cakram seperti DVD. Contoh kamera: Sony EX3 – Digital
Camcorder
A. Anatomi kamera
1.  Tiga bagian Prinsip kamera
00001. Lens
00002. Camera body
00003. Magazine / tape compartments

Lensa Pada prinsipnya lensa adalah seperti mata kita atau mata kamera, untuk itu kebersihan dan
kejernihannya harus di jaga, karena lewat lensalah gambar / cahaya akan di transmisikan ke film atau
pita atau digital. Dalam sinematografi kita mengenal ada tiga jenis lensa yaitu :

· Lensa Wide : adalah lensa dengan sudut pengambilan yang luas
· Lensa Normal : adalah lensa yang secara prespektif dianggap mewakili mata manusia dalam
melihat dunia dan sekitarnya. Pada pembuatan film, lensa normal ini adalah lensa 50mm.
· Lensa Tele : adalah lensa dengan sudut pengambilan sempit.
Exposure dan Scene Brightness

Exposure bisa didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan dalam perekaman gambar.Fungsi dasar sebuah lensa adalah meneruskan cahaya sehingga bisa digunakan untuk mencetak gambar. Sama seperti fenomena lubang jarum atau pinhole phenomenon artinya jika kita melepas lensa dan menggantikannya dengan kertas hitam dengan lubang di tengahnya maka akan bisa juga untuk menangkap imajinasi hanya saja waktu eksposur yang di perlukan akan lebih lama.

Camera Body
Pada bagian inilah gambar direkam atau di tangkap baik secara organik dengan seluloid 35mm seperti pada kamera Film maupun perubahan dari cahaya ke gelombang electromagnetic pada Video atau Digital. Pada kamera film bagian ini yang paling penting dijaga dari kontaminasi debu, cairan maupun radiasi karena akan mempengaruhi hasil shooting. Pada kamera video atau digital pada bagian ini akan banyak sekali tombol pengaturan imajinasi.

Magazine
Pada kamera Film, magazine adalah tempat kita memasang film baik sebelum maupun setelah di ekspose. Pada kamera Video atau Digital bagian ini adalah tape atau card compartments yaitu bagian dimana kita memasang kartu seperti SD atau CF atau kaset video.

Gunakan sinematografi sebagai seni. Yang harus selalu kita ingat adalah bahwa untuk mencapai hasil yang maksimal dan memuaskan, diperlukan ketrampilan yang cukup. Seorang sinematografer harus berusaha agar kamera tidak menjadi benda asing baginya, kita harus mengenal setiap detail pada kamera tanpa harus berpikir sehingga konsentrasinya dapat dipergunakan untuk bidang kreatif pada sinematografi

Mungkin itu saja yang bisa jelaskan dari basic Sinematografi dan mungkin kalian bisa mempraktekan nya selama karantina dirumah. dan terus jaga diri dan jangan lupa cucitangan.

1 comment:

  1. Tulisannya gak sesuai dg tema tugas yg saya minta Iqbal

    ReplyDelete

MPKK

  Pengalaman Seru Membuat Call For Paper Mata Kuliah Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif Hai kawan, akhirnya setelah lama tidak bersecer...