Friday, March 22, 2019

Seminar KPU dan Radio RRI

Seminar KPU dan Radio RRI

Telah diadakannya Seminar di STISIPOL Candradimuka yang bertema yang "berdaulat itu kuat!"


Komisi Pemilihan Umum adalah lembaga negara yang menyelenggarakan pemilihan umum di Indonesia, yakni meliputi Pemilihan Umum Anggota DPR/DPD/DPRD, Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, serta Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Komisi Pemilihan Umum tidak dapat disejajarkan kedudukannya dengan lembaga -lembaga negara yang lain yang kewenangannya ditentukan dan diberikan oleh UUD 1945.

Jadi Dapat disimpulkan Bahwa komisi pemilihan umum adalah lembaga negara yang menyelenggarakan pemilihan umum di Indonesia yang bersifat nasional, tetap dan mandiri (independen).

Radio Republik Indonesia (RRI)


RRI adalah satu-satunya radio yang menyandang nama negara yang siarannya ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara. RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang independen, netral dan tidak komersial yang berfungsi memberikan pelayanan siaran informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol sosial, serta menjaga citra positif bangsa di dunia internasional.

Besarnya tugas dan fungsi RRI yang diberikan oleh negara melalui UU no 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, PP 11 tahun 2005 tentang Lembaga Penyiaran Publik, serta PP 12 tahun 2005, RRI dikukuhkan sebagai satu-satunya lembaga penyiaran yang dapat berjaringan secara nasional dan dapat bekerja sama dalam siaran dengan lembaga penyiaran Asing.

Dengan kekuatan 99 stasiun penyiaran terdiri dari : 1 satker tipe A, 30 satker tipe B, 34 satker tipe C, Pusat Pemberitaan dan SLN serta 32 Studio Produksi.


Produksi Media Cetak dan Kit

Produksi Media Cetak dan Kit

Secara umum, jenis media cetak yang ada di Indonesia diklasifikasikan menjadi delapan bagian. Pengklasifikasian tersebut, didasarkan pada waktu terbit media tersebut. Hal ini sesuai dengan apa yang dikeluarkan oleh Dirjen Pembinaan Pers dan Grafika, tentang pembagian media cetak dan pengklasifikasiannya.
Namun pada makalah kami kali ini hanya membahas lima klasifikasi media cetak saja, karna sesuai dengan materi SAP yang sudah di berikan kepada kami oleh dosen pengampu kami, yaitu Ibu Endah Resnandari Puji Astuti, SP.d., MP.d
Kelima  jenis klasifikasi media cetak tersebut di antaranya adalah :




1. Jenis Media Cetak Berbentut Modul
Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru, sehingga modul berisi paling tidak tentang: 
Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) Kompetensi yang akan dicapai, Content atau isi materi Informasi pendukung,Latihan-latihan, Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK), Evaluasi, Balikan terhadap hasil evaluasi.
Sebuah modul akan bermakna kalau peserta didik dapat dengan mudah menggunakannya. Pembelajaran dengan modul memungkinkan seorang peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih KD dibandingkan dengan peserta didik lainnya.  Dengan demikian maka modul harus menggambarkan KD yang akan dicapai oleh peserta didik, disajikan dengan menggunakan bahasa yang baik, menarik, dilengkapi dengan ilustrasi.

2. Produksi Media Cetak Berbentuk LKS
LKS merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembaran berisi tugas yang di dalamnya berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. LKS dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen dan demonstrasi. Tujuan dan Manfaat Pembelajaran Menggunakan LKS Lembar Kerja Siswa Depdiknas dalam panduan pelaksanaan materi pembelajaran SMP (2008:42-45) alternatif tujuan pengemasan materi dalam bentuk LKS adalah:
LKS membantu siswa untuk menemukan suatu konsep LKS mengetengahkan terlebih dahulu suatu fenomena yang bersifat konkrit, sederhana, dan berkaitan dengan konsep yang akan dipelajari. LKS memuat apa yang (harus) dilakukan siswa meliputi melakukan, mengamati, dan menganalisis; LKS membantu siswa menerapkan dan mengintegrasikan berbagai konsep yang telah ditemukan;LKS berfungsi sebagai penuntun belajar LKS berisi pertanyaan atau isian yang jawabannya ada di dalam buku. Siswa akan dapat mengerjakan LKS tersebut jika membaca buku; LKS berfungsi sebagai penguatan;LKS berfungsi sebagai petunjuk praktikum
Manfaat LKS Lembar kegiatan siswa adalah dapat membantu guru dalam mengarahkan siswanya untuk dapat menemukan konsep-konsep melalui aktivitasnya sendiri atau dalam kelompok kerja. Selain itu, LKS juga dapat digunakan untuk mengembangkan ketrampilan proses, mengembangkan sikap ilmiah serta membangkitkan minat siswa terhadap alam sekitarnya. Akhirnya LKS juga memudahkan guru untuk melihat keberhasilan siswa dalam mencapai sasaran belajar.

3. Produksi Media Cetak Berbentu Booklet
Booklet adalah media komunikasi massa yang bertujuan untuk menyampaikan pesan yang bersifat promosi, anjuran, larangan-larangan kepada khalayak massa dan berbentuk cetakan. Sehingga akhir dari tujuannya tersebut adalah agar masyarakat yang sebagai obyek memahami dan menuruti pesan yang terkandung dalam media komunikasi massa tersebut. Menurut Effendy Sholeh dalam bukunya, periklanan di era masa kini, menyebutkan bahwa booklet adalah suatu sarana periklanan yang mampu menarik banyak konsumen-konsumen produktif. Hal ini disebabkan oleh adanya booklet yang bisa mencakup tidak hanya produk saja, akan tetapi dapat mencakup berbagai jenis-jenis produk yang itu bisa membuat konsumen melakukan perbandingan dalam hal marketing. Jika pengertian booklet ditinjau dari sisi produksi, maka dapat diambil pengertian bahwa booklet adalah sebuah media massa cetak yang bertujuan untuk menyebarkan informasi, memberitahukan informasi. Sehingga pandangan umum masyarakat mengatakan bahwa booklet tidak jauh berbeda dengan promosi atau sponsor-sponsor. Sebagai contohnya adalah sebuah perusahaan wara laba yang menggunakan jasa media komunikasi massa berupa booklet, untuk memasarkan barang-barang yang diproduksinya. Mulai dari bentuk barang produksi.

4. Produksi Media Cetak Berbentu Tabloid
Tabloid adalah merupakan bentuk-bentuk dari media untuk penyampaian berita berupa laporan mengenai fakta dan idea yang terbaru dan benar yang menyangkut kepentingan individu maupun kelompok. Berita yang terbaik adalah hal-hal/informasi yang menarik orang sebanyak mungkin untuk mengetahui atau membacanya
Tabloid sebenarnya adalah istilah suatu format surat kabar yang lebih kecil (597 mm × 375 mm) dari ukuran standar koran harian. Istilah ini biasanya dikaitkan dengan penerbitan surat kabar reguler non harian (bisa mingguan, dwimingguan, dll), yang terfokus pada hal-hal yang lebih “tidak serius”, terutama masalah selebritas, olah raga, kriminal, dll. Meskipun demikian, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa surat kabar harian seperti Republika dan Koran Tempo telah pula mulai menggunakan format tabloid.

5. Produksi Media Cetak Berbentu Majalah
Majalah adalah jenis media yang terdiri dari sekumpulan kertas cetakan yang disatukan. Tulisan-tulisan di dalam majalah dibuat bukan oleh tulisan tangan, namun oleh suatu mesin cetak. Majalah biasanya berisi berbagai macam topik tulisan yang sesuai dengan tujuan dan topik dari majalah yang bersangkutan. Bukan hanya terdapat tulisan, di dalam majalah juga ada gambar-gambar yang bertujuan sebagai ilustrasi dari tulisan dan juga bertujuan untuk membuat isi majalah menjadi cantik dan menarik.

Personal Branding

Personal Branding

Personal Branding itu adalah bagaimana cara kita mempromosikan atau memasarkan diri kita sendiri.

Adapun keuntungan dari dampak membrandingkan diri sendiri. Antara lain:
1. Banyak yang kenal dengan kamu
2. Dapat dihargai oleh orang disekitar
3. Orang akan senang dan dapat terinspirasi dari kamu
4. Bisa dapat mempunyai banyak teman
Dan masih banyak lagi

Sebagai contoh saya akan membrandingkan diri saya sendiri.

Raikhul Iqbal

Halo kawan-kawan yang saya banggakan perkenalkan saya Raikhul Iqbal seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang. Saya dikenal sebagai lelaki yang jenaka dan penulis di kalangan kawan-kawan saya, saya di anggap orang yang puitis karena saya sering menulis dan membuat cerita serta puisi. Karena menulis adalah hal yang sangat menyenangkan.

Adapun akun Instagram pribadi saya yaitu Iqbalck_ disitu saya sering memperlihatkan hasil karya tulisan saya sesekali. Namun, ada akun Instagram yang khusus buat tulisan saya yaitu: Sajak6sore. Disitu saya membuat tulisan yang dominan adalah kutipan atau quotes, saya berkeyakinan dengan saya menulis bisa membuat diri sendiri menjadi lebih tenang. Seperti sekarang. Jika ingin melihat tulisan saya langsung saja cek Instagram saya dan akun tulisan saya. Tidak hanya di Instagram, saya juga sering menulis dan menuangkan kata-kata di Twitter, karena di Twitter juga sangat terjangkau dan banyak sekali orang-orang yang menulis lewat Twitter, jika ingin melihat langsung saja follow Twitter saya Iqbalck_

Sebelum saya mengakhiri ada baiknya saya berpuisi.


Lekas Beranjak

Diskusi malam
Kuratapi bintang bertaburan
Menikmati nuansa perlahan kelam
Ingatku tentangmu tak kunjung padam
Membuat aku mati dalam keadaan

Bulan seolah menertawakanku
Sebab aku terlalu sendu, padahal tidak harus berlebihan seperti itu

Aku balut hati dengan secumpuk bahagia yang tersisa
Supaya hati ini masih bisa berusaha

Tanyaku malam ini, kau sudah bahagia?

Raikhul iqbal, 2019.



Tokoh Public Relations Favorit

Tokoh Public Relations Favorit Versi Saya


PRITA KEMAL GANI

Prita Kemal Gani
Lahir23 November  1961 (umur 53)
 Jakarta
Kewarganegaraan Indonesia
Alma mater- Akademi Manajemen & Ekonomi Internasional, Manila , Filipina
- Akademi PerhotelanTrisakti ,  Jakarta
PekerjaanPengajar ,  pengusaha
Dikenal karenaPendiri dan pemilik The London School of Public Relations (LSPR)
AgamaIslam
PasanganKemal Effendi Gani
Anak- Ghina Amani Kemal Gani 
- Raysha Dinar Kemal Gani
- Fauzan Kanz Kemal Gani
Orang tuaSudaryono (ayah) 
Tity (ibu)


Pada tahun  1992, Prita menikah dengan seorang  jurnalis ,  Kemal Effendi Gani  yang kemudian menjadi Pemimpin Redaksi dan juga Pemimpin Umum Majalah  SWA . Pernikahan mereka dikaruniai tiga orang anak, Ghina Amani Kemal Gani, Raysha Dinar Kemal Gani, dan Fauzan Kanz Kemal Gani

Pendidikan

  • Akademi Perhotelan  Trisakti ,  Jakarta
  • Studi Manajemen di  London ,  Inggris
  • MBA dari Akademi Manajemen & Ekonomi Internasional,  Manila ,  Filipina

Penghargaan
  • Penghargaan Inspirasi dari Rakyat Merdeka Online
  • Tokoh Humas Pilihan Serikat Perusahaan Pers (SPS) di  Indonesia Public Relations Awards & Summit (IPRAS) ke-3 2014 ,  Yogyakarta

TENTANG PRITA KEMAL GANI Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, pendiri dan Direktur London School of Public Relations (LSPR) Jakarta yang juga menjadi Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) 2011 - 2014 menerima penghargaan untuk kategori 'Tokoh Humas Perusahaan Pers (SPS) '.Penghargaan diberikan pada acara “The Indonesian 3rdPublic Relations Awards & Summit  (IPRAS) 2014” yang diselenggarakan di The Sahid Rich Jogja Hotel, Jalan Magelang No. 18, KM 6, Yogyakarta. 


Dalam rilis London School of Public Relations yang diterima detikcom, Sabtu (18/10/2014) menerima penghargaan SPS pertama kali diberikan pada tahun 2012, penerimanya adalah tokoh-tokoh dengan karakter kepemimpinan menguatkan, baik dari bidang bisnis, maupun tokoh organisasi sosial dan pemerintah . Pada kategori 'Tokoh  Public Relations  Indonesia 2014', SPS yang dipimpin oleh Dahlan Iskan, mengatur dan menilai lebih dari 100 tokoh  public relations  dan melihat Prita Kemal Gani memiliki peran besar dan strategis dalam pengembangan dunia kehumasan di Indonesia sehingga layak untuk diberikan penghargaan. 

Prita Kemal Gani telah berhasil mengembangkan LSPR - Jakarta selama 22 tahun dan menghasilkan lebih dari 15.356 hubungan masyarakat  di berbagai negara dalam dan luar negeri, hingga LSPR - Jakarta mendapat kepercayaan dari Direktorat Jenderal bidang ASEAN, Kemenlu RI untuk menjadi pusat kajian hubungan masyarakat ASEAN dalam perspektif ( Pusat Studi LSPRtentang Hubungan Masyarakat ASEAN ). Tidak berhenti sampai disitu, kontribusinya di dunia p hubungan publik telah dicatatkan sebagai ketua umum perempuan pertama dalam perjalanan 39 tahun berdirinya PERHUMAS. Di bawah kepemimpinan Prita Kemal Gani, PERHUMAS menghasilkan berbagai program yang semakin meningkatkan peran  hubungan masyarakat  di berbagai industri dan mengambil peran penting dalam program pemerintah untuk menyamakan standar kompetensi  hubungan masyarakat di tingkat  nasional.

Kecintaan Prita Kemal Gani akan  memota humas  dunia untuk terus berpikir global demi kemajuan profesi  PR , yang kemudian memunculkan ide untuk mempersatukan para  PR  di ASEAN. Bersama para pemimpin organisasi hubungan masyarakat dari negara-negara ASEAN, Prita Kemal Gani telah membentuk Jaringan Hubungan Masyarakat ASEAN (APRN) yang ingin menyatukan visi, misi dan standar untuk hubungan masyarakat di ASEAN dan organisasi ini telah diresmikan pada tanggal 2 Juni 2014 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. APRN yang memiliki tagline “ Suara Hubungan Masyarakat ASEAN ” saat ini adalah organisasi profesi hubungan masyarakat tertinggi di ASEAN. 

“Jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, hubungan masyarakat  dapat mengumpulkan besar dalam mensosialisasikan dan ikut membantu pemerintah dalam menyiapkan masyarakat di masing-masing negara ASEAN.Selama ini ada yang dikeluarkan oleh  Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015  akan berdampak pada banjirnya tenaga kerja sehingga tenaga kerja humas lokal akan kehilangan pekerjaannya. Melalui APRN, saya dan teman-teman ingin mengubah pandangan ini yang akan terjadi kebalikannya.10 negara ASEAN akan semakin kuat, terhubung dan dapat bekerja sama dengan negara lain. Selanjutnya dengan kekuatan  public relations dari 10 negara ASEAN yang telah bersatu, akan membawa ASEAN lebih maju dan berkontribusi di dunia. Indonesia memiliki potensi hubungan masyarakat yang luar biasa, karena itu saya berjuang memulai untuk menjadikan Indonesia sebagai Pusat Hubungan Masyarakat ASEAN, ”ujar Prita Kemal Gani yang juga merupakan Presiden APRN. 

Kini, Prita Kemal Gani juga menjadi pembawa acara dari acara bincang-bincang radio bernama PR Corner yang membahas tentang dunia  hubungan masyarakat Bagi para narasumber yang merupakan tokoh-tokoh PR Indonesia.Program ini merupakan hasil kerjasama LSPR-Jakarta dengan Radio 105.8 Lite FM. Pojok PR mengudara setiap hari Senin pukul 20.00-21.00 WIB. Melalui program talk show ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan bagi para insan hubungan masyarakat. Melalui Pojok PR juga diharapkan masyarakat dan industri akan lebih memahami tentang profesi PR. 

Dalam acara  Indonesia Public Relations Awards & Summit 2014, selain sebagai penerima penghargaan, Prita Kemal Gani menjadi pembicara di salah satu sesi forum IPRAS 2014 dengan tema “Reputasi Bangsa di Era Kepemimpinan Baru”. Tema khusus ini merupakan tema besar yang diusung sesi ke-3 IPRAS tahun ini. Acara Tahunan SPS kali ini diharapkan akan menjadi forum nasional yang lebih besar daripada tahun lalu, karena pada tahun ini  Public Relations Awards & Summit  digandeng dengan acara “Penghargaan Riset & KTT Media Indonesia ke-1  (IMRAS) 2014. Acara ini akan dihadiri lebih kurang 200 akademisi komunikasi dan peneliti media dari seluruh Indonesia.

Sehubungan dengan hal ini, LSPR-Jakarta yang diwakili oleh Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, Pendiri dan Direktur dan Serikat Perusahaan Pers (SPS) yang diwakili oleh Dahlan Iskan, Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum, Dewan Pimpinan Pusat Serikat Perusahaan Pers ( SPS) Pusat akan meminta nota kesepahaman untuk melakukan uji kompetensi bagi profesi humas untuk meningkatkan kompetensi profesi pada ranah komunikasi, spesialisasi public relations. Uji kompetensi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi (LSP) -LSPR, lembaga sertifikasi profesi yang pertama dan masih satu-satunya yang mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menyelenggarakan uji kompetensi hubungan masyarakat di Indonesia.

Thursday, March 21, 2019

Marketing Public Relations dan MICE

Marketing Public Relations dan MICE

MARKETING PUBLIC RELATIONS (MPR) 
Dalam kegiatan bisnis yang bertumpu pada kegiatan pemasaran, terkadang suatu perusahaan terhalang untuk bisa memasuki pada suatu pasar atau terjadi penolakan terhadap produk di pasaran.
Hal tersebut mungkin terjadi karena: pasar tidak membutuhkannya lagi, baik karena mutu; harga; distribusi maupun promosi yang tidak tepat; seringpula terjadi suatu produk yang sudah diterima baik di pasar bisa jatuh angka penjualannya, bukan karena kehadiran saingan tetapi karena mutunya mendadak merosot.
Hal ini dapat mengakibatkan Produk tersebut kehilangan citranya. Dalam peristiwa semacam ini Public Relations diperlukan untuk mengangkat kembali citra produk bersangkutan.
Dari ilustrasi kasus-kasus tersebut, dapat dipahami bahwa ada jalinan antara pemasaran dengan public relations (PR). Dalam kegiatan pemasaran terdapat Formula 4P atau dikenal dengan istilah Marketing mix yaitu:
  • product
  • price
  • place
  • promotion
Dalam hal ini Public Relations terdapat pada elemen promotion; yang mana didalamnya juga terdapat periklanan, direct marketing, personal selling dan Sales promotion. (promotion mix)
Konsep pemasaran yang terkait dengan PR dikemukakan oleh empat pakar yaitu :
  •  Philip Kotler – social marketing
  •  Regis McKenna – Relationship Marketing
  •  Stan Rapp – Individualized marketing
  •  Thomas L. Harris – marketing Public Relations.

MICE

Pengertian MICE :
Menurut Pendit (1999:25), Mice diartikan sebagai wisata konvensi, dengan batasan : usaha jasa konvensi, perjalanan insentif, dan pameran merupakan usaha dengan kegiatan memberi jasapelayanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendikiawan dsb) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
Sedangkan menurut Kesrul (2004:3), Mice sebagai suatu kegiatan kepariwisataan yang aktifitasnya merupakan perpaduan antara leisure dan business, biasanya melibatkan sekelompok orang secara bersama-sama, rangkaian kegiatannya dalam bentuk meetings, incentive travels, conventions, congresses, conference dan exhibition.

Bentuk Mice :

1. Meeting
Meeting adalah istilah bahasa inggris yang berarti rapat, pertemuan atau persidangan. Meeting merupakan suatu kegiatan yang termasuk di dalam MICE.
Menurut Kesrul (2004:8), Meeting Suatu pertemuan atau persidangan yang diselenggarakan oleh kelompok orang yang tergabung dalam asosiasi, perkumpulan atau perserikatan dengan tujuan mengembangkan profesionalisme, peningkatan sumber daya manusia, menggalang kerja sama anggota dan pengurus, menyebarluaskan informasi terbaru, publikasi, hubungan kemasyarakatan.
Menurut Kesrul (2004:3), “Meeting adalah suatu kegiatan kepariwisataan yang aktifitasnya merupakan perpaduan antara leisure dan business, biasanya melibatkan orang secara bersama-sama”.

2. Incentive
Undang-undang No.9 tahun 1990 yang dikutip oleh Pendit (1999:27), Menjelaskan bahwa perjalanan insentive merupakan suatu kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu perusahaan untuk para karyawan dan mitra usaha sebagai imbalan penghargaan atas prestasi mereka dalam kaitan penyelenggaraan konvensi yang membahas perkembangan kegiatan perusahaan yang bersangkutan.
Menurut Kesrul (2004:18), bahwa insentive merupakan hadiah atau penghargaan yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada karyawan, klien, atau konsumen. Bentuknya bisa berupa uang, paket wisata atau barang.
Menurut Any Noor (2007:5) yang dikutip dari SITE 1998 dalam Rogers 2003, juga memberikan definisi mengenai incentive adalah incentive travel is a global management tool that uses an exceptional travel experience to motivate and/or recognize participants for increased levels of performance in support of the organizational goals.

3. Conference
Menurut (Pendit,1999:29), Istilah conference diterjemahkan dengan konferensi dalam bahasa Indonesia yang mengandung pengertian sama.
Dalam prakteknya, arti meeting sama saja dengan conference, maka secara teknis akronim mice sesungguhnya adalah istilah yang memudahkan orang mengingatnya bahwa kegiatan-kegiatan yang dimaksud sebagai perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan sebuah meeting, incentive, conference dan exhibition hakekatnya merupakan sarana yang sekaligus adalah produk paket-paket wisata yang siap dipasarkan. Kegiatan-kegiatan ini dalam industri pariwisata dikelompokkan dalam sati kategori, yaitu mice.
Menurut Kesrul, (2004 :7), Conference atau konferensi adalah suatu pertemuan yang diselenggarakan terutama mengenai bentuk-bentuk tata karena, adat atau kebiasaan yang berdasarkan mufakat umum, dua perjanjian antara negara-negara para penguasa pemerintahan atau perjanjian international mengenai topik tawanan perang dan sebagainya.

4. Exhibition
Exhibition berarti pameran, dalam kaitannya dengan industri pariwisata, pameran termasuk dalam bisnis wisata konvensi. Hal ini diatur dalam Surat Keputusan Menparpostel RI Nomor KM. 108 / HM. 703 / MPPT-91, Bab I, Pasal 1c, yang dikutip oleh Pendit (1999:34) yang berbunyi “ Pameran merupakan suatu kegiatan untuk menyebar luaskan informasi dan promosi yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan konvensi atau yang ada kaitannya dengan pariwisata
Menurut Kesrul (2004:16), exhibition adalah ajang pertemuan yang dihadiri secara bersama-sama yang diadakan di suatu ruang pertemuan atau ruang pameran hotel, dimana sekelompok produsen atau pembeli lainnya dalam suatu

Table Manner

Table Manner di Hotel Harper Palembang


Palembang, 7 Maret 2018. Jurusan Ilmu Komunikasi, mata kuliah Public Relations mengadakan Table Manner di Hotel Harper Palembang.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris-Sopan santun adalah aturan yang digunakan saat makan, yang mungkin juga termasuk penggunaan peralatan. Budaya yang berbeda mematuhi aturan yang berbeda untuk tata krama. Setiap keluarga atau kelompok menetapkan standar sendiri untuk seberapa ketat aturan ini harus ditegakkan

Mengenai itu, kami segenap mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka sangat berterima kasih kepada Hotel Harper Palembang yang telah menyediakan tempat senyaman mungkin.

Adapun pembelajaran yang kami dapatkan ialah cara bagaimana etika saat bertemu dengan orang-orang yang dirasa sangat penting. Etika cara makan yang sepadan. Ada empat macam dalam penyajian makanan.


i


Dan makanan pun ada waktu-waktu tertentu dan jelas berbeda nama contohnya:



Morning Coffee – 10.00 – 12.00
Brunch – 11.00 – 12.00
Lunch – 12.00 – selesai
High Tea – 16.00 – 18.00
Cocktail Party  – 18.00 – 20.00
Dinner – 20.00 – selesai.

Aturan Dasar Etika Makan

Setiap negara memiliki aturan meja makan yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa aturan dasar yang terdapat di setiap etika makan, antara lain:

1. Duduk dengan tegak dan jangan bersandar pada kursi.
2. Saat memegang peralatan makan, kedua siku tidak diletakkan di atas meja.
3. Makan dengan mulut yang tertutup saat mengunyah makanan.
4. Berbicara dengan volume suara yang rendah.
5. Menutup mulut saat batuk atau bersin.
6. Jangan menimbulkan suara saat mengunyah makanan.
7. Jangan memainkan makanan dengan peralatan makan.
8. Selalu meminta ijin ke pemilik acara saat akan meninggalkan meja makan atau saat akan mengangkat telepon.
9. Letakkan sendok dan garpu searah jam 5 apabila telah selesai makan.
10. Gunakan tusuk gigi untuk mengambil makanan yang tersisa di dalam mulut.
11. Usahakan untuk mencicipi semua makanan yang disediakan.
12. Menambahkan bumbu sebelum mencicipi makanan dianggap kasar dan menghina koki.

Srata Dua Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka

Pembukaan Srata Dua Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang


Stisopol Candradimuka Palembang telah resmi membuka Program Pascasarjana Magistrer Ilmu Komunikasi pada 14 Maret 2019. Program Pascasarjana ini pada awalnya di usungkan oleh Dr. Hj. Lishapsari Prihatini, M.Si sebagai ketua Stisipol. Seperti Visi Stisipol Candradimuka yaitu menjadikan perguruan tinggi yang unggul baik nasional dan internasional maka didirikanlah Program Pascasarjana Magister Ilmu Komunukasi Stisipol Candradimuka.

M. Febrianza M.Si , Dosen di Stisipol Candradimuka Palembang menyatakan “ Pada awal berdirinya basic dari Stisipol Candradimuka ini adalah ilmu jurnalistik lalu diganti dengan ilmu komunikasi kemudian dikembangkan dari Strata 1 ke Strata 2, karena lembaga pembelajaran sekolah tinggi itu seperti manusia harus selalu berkembang menjadi lebih baik”

Pascasarjana Magister Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka merupakan paket pembelajaran yang komprehensif di bidang jurnalistik, public relation, photography, adversiting, dan broadcasting. Magister Ilmu Komunikasi bertujuan menghasilakn sarjana yang menguasai keahlian di berbagai bidang informasi. Mereka juga dibekali aspek filosofis, teoritis, dan praktis. Selain itu, mereka pun dituntut memiliki kemampuan mengembangkan konsep dan desain broadcasting, komunikasi pemasaran dan penguasaan teknologi komunikasi.

Penulisan Naskah Public Relations

Penulisan Naskah Public Relations

Teknik Penulisan Humas (Public Relations Writing) adalah keterampilan menulis (writing skills) khas Humas/PR dalam menghasilkan naskah-naskah yang diperlukan untuk kepentingan pencitraan positif dan popularitas perusahaan/organisasi.
  1. Tipe-tipe panulisan atau naskah PR dapat dibagi menjadi dua bagian:
  2. Berkaitan dengan Media Relations/Press Relations, seperti naskah press release (siaran pers), advertorial, dan press conference (press kit/media kit).
  3. Berkaitan dengan media promosi, informasi, dan komunikasi perusahaan/organisasi, seperti naskah untuk dipublikasikan di newsletter, in house magazine/Company Magazines, naskah laporan tahunan (annual report), company profile, leaflet, booklet, brosur, dan sebagainya.
Untuk menghasilkan naskah yang baik (good writing), Humas/PR harus memiliki keterampilan jurnalistik layaknya wartawan, seperti pemahaman tentang nilai berita (news values), bahasa jurnalistik(language of mass communications), kode etik jurnalistik, dan sebagainya.
Untuk kepentingan publikasi yang luas, Humas/PR membutuhkan peran media. Karena itu, diperlukan sebuah hubungan yang baik dengan kalangan pers/media massa (Press/Media Relations).
Agar hubungan itu tercipta dengan baik, Humas perlu mengenali dunia pers dengan baik pula, seperti karakteristik wartawan, format media, cara kerja wartawan/media, dan sebagainya.



Surat Pembaca

Surat Pembaca (letter to the editor) mirip siaran pers, terutama dalam hal teknis penulisan dan pengiriman. Yang membedakan adalah dalam hal isi dan tujuannya.
Isi dan tujuan surat pembaca biasanya merupakan tanggapan, sanggahan, klarifikasi, atau penggunaan Hak Jawab dan Hak Koreksi atas informasi yang dinilai salah dan merugikan.
Surat pembaca berupa tanggapan, biasanya diawali dengan mengutip berita atau surat pembaca yang sebelumnya sudah dimuat, sehingga pembaca dapat mengetahui latar belakang masalah yang diklarifikasi.

Advertorial (adv)

Advertorial = advertising dan editorial. Gabungan antara promosi dan opini atau pemberitaan tentang hal yang dipromosikan –produk, jasa, perusahaan, organisasi, aktivitas, atau program pemerintah. Bentuk tulisannya bisa berupa berita, feature, atau artikel. Advertorial sering disebut iklan dalam bentuk pemberitaan atau tulisan panjang.
Jenis advertorial a.l. adv produk, adv jasa, adv perusahaan, dan adv pemerintahan. Sifatnya bisa informatif, eksplanatif, interpretatif, persuasif, argumentatif, dan eksploratif.

Brosur

Brosur (Brochure) adalah selebaran cetakan satu halaman kertas yang terlipat dua atau lebih, berisi keterangan, informasi, atau gambaran tentang sebuah perusahaan, instansi, produk, atau jasa, atau bisa juga berisi sebuah ide dan kegiatan.
Jenis selebaran promosi sejenis brosur adalah booklet, yakni buku kecil tanpa jilid/cover berisi informasi dan gambar tentang suatu produk atau jasa.
Bisa juga terdiri dari beberapa lembar kertas sehingga menyerupai buku. Penyebarannya sama dengan brosur, yakni dibagi-bagikan langsung kepada publik.
Sarana promosi mirip brosur adalah flyer, pamflet, leaflet, atau poser, yakni lembaran utuh tanpa lipatan/tidak terlipat. Pamflet (ukuran satu halaman kertas print), leaflet (ukuran kertas kecil), dan poster (“surat tempelan”, ukuran kertas besar) disebarkan dengan cara ditempel. Flyer biasanya digantung.
Ada juga yang disebut folder. Bentuknya mirip map, namun berisi banyak informasi dan bagian dalamnya terdapat kantung untuk menyimpan aneka berkas seperti surat, brosur, leaflet, kartu nama, dan sebagainya. Folder dapat berfungsi sebagai tempat penyimpan berkas informasi atau promosi.

Press Conference/Media Kit

Konferensi Pers (Press Conference) – undang media untuk menyampaikan informasi, dilakukan tidak rutin, insidental sesuai acara yang digelar, baik sebelum maupun sesudah kegiatan.
Media Kit adalah bahan tertulis sehingga kalangan pers memiliki data akurat dan lengkap sebagai bahan berita. Bahan tertulis ini bisa berupa siaran pers, susunan acara, makalah, artikel, feature, bosur, proposal, atau informasi lengkap tentang kegiatan –tujuan, jadwal, target, kepanitiaan, daftar pengisi acara, dsb.—dan dimasukkan dalam sebuah map atau amplop besar.

Naskah Pidato

Naskah pidato (speech script) biasanya dilakukan penulis khusus yang disebut scriptwriter. Namun, ada punya petugas humas yang ditugaskan menulisnya.
Naskah pidato terdiri dari bagian pembukaan, isi, dan penutup. Ditulis dengan gaya bahasa tutur (spoken words) atau gaya bahasa percakapan (conversational language) karena naskah itu untuk diucapkan, dibacakan, atau disuarakan.

Newsletter

Newsletter secara harfiyah artinya “laporan berkala” atau “surat berita”. Merupakan media informasi dan komunikasi internal sebuah lembaga, biasanya terdiri dari dua hingga delapan lembar kertas kwarto atau folio, tanpa cover seperti majalah atau buku.
Isinya bervariasi mirip majalah, misalnya agenda dan berita kegiatan, artikel, feature, gambar, dsb.

Inhouse Magazine – Media Internal

Inhouse Magazine/Company Magazines adalah majalah internal sebuah lembaga/perusahaan. Desain atau tampilan dan rubrikasinya seperti majalah umum/komersil, namun isinya tentang informasi seputar “dapur” lembaga.
Mengelola Inhouse Magazine, juga Newsletter, sama dengan proses manajemen media massa pada umumnya, yakni melalui proses redaksional dan membutuhkan keterampilan meliput dan menulis berita layaknya wartawan.

Wednesday, March 20, 2019

Etiket dan Kepribadian

Etiket dan Kepribadian

  • Bahasa Prancis ‘ETIQUE’ Berarti KARTU UNDANGAN. Dalam lembaran undangan tersebut disertakan serangkaian peraturan / tata tertib yang harus ditaati oleh para tamu/undangan.
  • Kini, pengertian ETIKET berkembang menjadi sekumpulan peraturan tata tertib dan cara-cara pergaulan diantara orang-orang yang beradab.
  • Singkatnya, ETIKET adalah aturan menyangkut pergaulan.
Dalam penerapannya amat tergantung pada waktu & tempat, situasi & kondisi
Kepribadian adalah citra/gambaran diri seseorang.
Gambaran diri, menyangkut :  Pola Pikir, Sikap dan Prilaku
  • Pribadi, akan tergambar keluasan dan kedalaman pengetahuan  (kompetensi)
  • Pribadi, akan tergambar keterbukaan dan kejernihan hati
  • Pribadi, akan tergambar kesopanan dan kesantunan (Etika), keterpelajaran, (maaf) bukan kekurang ajaran
Hubungan Etiket & Kepribadian : Kepribadian adalah pondasi citra, Etiket adalah salah satu cerminan kepribadian
Beberapa  Contoh  Penerapan :
Ciri PRIBADI YANG BERETIKET, (sekaligus menjadi TIPS) :
  • Tampil (rapih, segar, menarik, mempesona, spontan, tegas dan berwibawa)
  • Senang (bekerja, kepintaran,dikoreksi, introspeksi, menolong)
  • Bisa (menghormati orang lain, bekerjasama, menyesuaikan diri, mandiri, menyelesaikan masalah, mengendalikan diri & memberi contoh positif)
  • Selalu (tersenyum, siap membantu, percaya diri, bersemangat, bijaksana, peduli orang lain, melakukan yang terbaik)
  • Tidak (mudah putus asa, menyalahkan orang lain, sombong, meremehkan orang lain, mengutamakan diri sendiri, kasar, culas)
  • Mengetahui (kelebihan dan kekurangan, pekerjaan dengan baik, apa yang harus dilakukan, perkembangan perusahaan, peraturan perusahaan,
Kaitannya Dengan Kantor  :
  1. Masuk – pulang kantor tepat waktu
  2. Wajib memberi salam sesuai kondisi
  3. Memperhatikan penampilan diri
  4. Mengerti dan patuh terhadap hirarki perusahaan
  5. Selalu bersikap ramah
  6. Toleransi
  7. Memberi perhatian yang sama (atasan, selevel & bawahan)
  8. Persoalan pribadi tidak boleh dibawah ke kantor
  9. Jangan mendiskusikan atasan
  10. Menepati waktu dan janji
  11. Memelihara suasana
  12. Dalam pergaulan sosial, wanita didahulukan. Dalam lingkungan kantor (bisnis) pangkat-kedudukan menentukan siapa yang harus didahulukan.
Kampanye “5 S” untuk  PRIBADI YANG BERETIKET
– Senyum
– Salam
– Sapa
– Sopan (prilaku )
– Santun (kata/sikap)
Kini, KITA DI KANTOR  (dunia kerja)
Apa yang dilakukan sebagai perwujudan penerapan Etiket sebagai cerminan pribadi positif
Berbicara Di Lingkungan Kerja
  1. Atasan ke bawahan, perintah
  2. Bawahan ke atasan, saran/usul
  3. Selevel, diskusi
  4. Khusus, diagonal
Pola Dalam Bergaul
  • Mendahulukan atasan
  • Mendatangi atasan
  • Meminta pentunjuk
  • Meminta penilaian
Menerima Tamu
  1. Berdiri dari tempat duduk
  2. Hendaknya selalu tersenyum ramah disertai anggukan
  3. Jabat tangan
  4. Tanya siapa & apa keperluannya
  5. Layani & Tunjukkan rasa bersahabat & sopan
  6. Apapun masalah yang dihadapi, jangan ditunjukkan kepada tamu
  7. Bantulah tamu
  8. Jangan lekatkan pandangan kepada tamu
  9. Hindari segalah kesalahpahaman, coba untuk menyelesaikan masalah dengan bijaksanan
  10. Jangan mengobrol dgn teman lain ketika sedang melayani tamu
  11. Jangan menghabiskan waktu terlalu lama dgn seorang tamu
  12. Tidak boleh melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat apalagi kurang sopan di hadapan tamu
  13. Selalu bersikap tenang terhadap semua masalah
  14. Berikan perhatian khusus bagi tamu VIP
  15. Antarkan tamu yang bertemu dengan atasan atau tamu hendak pulang
  16. Ingat!, tidak ada hal yang tidak menyenangkan akan menjadi lebih baik dgn mengulur waktu penyelesaiannya. Selesaikan segera dgn bijasana.
Menelpon
Pastikan telah berlatih berbicara dengan jelas dan dengan  Gairah, selanjutnya :
  1. Pastikan masalah yang akan dibicarakan (tulis garis besar)
  2. Sebutkan dgn jelas siapa (nama + bagian) yang ingin dihubungi
  3. Ketika Anda telah berbicara dgn orang yang Anda hubungi, sampaikan dengan jelas identitas dan tujuan Anda menelpon
  4. Seandainya materi pembicaraan Anda cukup panjang, mintalah waktu terlebih dahulu
  5. Jika orang ditelpon tidak di tempat, tingggalkan pesan yang jelas.

MPKK

  Pengalaman Seru Membuat Call For Paper Mata Kuliah Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif Hai kawan, akhirnya setelah lama tidak bersecer...